WARTAPENDIDIKAN.CO.ID, MUARO JAMBI – Menjaga kualitas air dan keberlanjutan saluran irigasi menjadi perhatian Tim Pengabdian Program Studi Fisika, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Jambi (UNJA). Bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Muaro Jambi, tim memberikan edukasi sekaligus pelatihan kepada warga Desa Muara Kumpeh untuk merakit instalasi filter wetland.

Kegiatan pemberdayaan masyarakat tersebut berlangsung di RT 015 RW 003 Desa Muara Kumpeh, Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muaro Jambi, Senin (3/8/2026).

Kegiatan mengusung tema “Pemberdayaan Masyarakat RT 015 RW 003 Desa Muara Kumpeh melalui Edukasi dan Pelatihan Instalasi Filter Wetland untuk Pelestarian Saluran Irigasi.”

Kolaborasi Tim Prodi Fisika UNJA dengan DLH Kabupaten Muaro Jambi dilakukan sebagai upaya memperkuat edukasi mengenai pengelolaan lingkungan hidup, khususnya di wilayah aliran sungai dan saluran irigasi.

Antusiasme warga RT 15 Desa Muara Kumpeh terlihat dari kehadiran mereka yang memadati lokasi kegiatan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pemaparan materi oleh tim dosen dan mahasiswa Prodi Fisika UNJA. Materi yang diberikan mencakup prinsip dasar kebersihan lingkungan permukiman, bahaya penumpukan limbah rumah tangga terhadap aliran air, serta dampak jangka panjang kelestarian saluran irigasi terhadap produktivitas masyarakat sekitar.

Warga Praktik Langsung Merakit Filter Wetland

Tak hanya mendapatkan materi teori, warga juga mengikuti praktik langsung berupa demonstrasi dan pelatihan perakitan instalasi filter wetland.

Teknologi wetland memanfaatkan proses penyaringan alami dengan kombinasi media fisik dan vegetasi penyaring. Sistem tersebut digunakan untuk membantu menjernihkan air serta menguraikan zat pencemar sebelum air mengalir ke saluran irigasi umum.

Dalam praktiknya, warga diajak mengikuti tahapan perakitan, mulai dari penyusunan media filter hingga penempatan vegetasi yang ramah lingkungan.

Ketua Tim Pengabdian Prodi Fisika UNJA menjelaskan, teknologi filter wetland dipilih karena relatif mudah dibuat, ekonomis, dan dinilai efektif untuk diterapkan di tingkat RT.

Baca juga :  Bunda PAUD Tanjab Barat: Pendidikan Anak Usia Dini Adalah Fondasi Pembentukan Karakter Bangsa

Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi pengguna air, tetapi juga ikut berperan aktif dalam menjaga kebersihan ekosistem aliran irigasi di lingkungan tempat tinggal mereka.

Kesadaran Warga terhadap Sanitasi Meningkat

Hasil pemantauan pada akhir kegiatan menunjukkan respons positif dari para peserta.

Selain memperoleh keterampilan baru dalam merakit instalasi filter air sederhana, pemahaman warga RT 15 Desa Muara Kumpeh mengenai sanitasi lingkungan juga disebut meningkat.

Kesadaran untuk membuang sampah pada tempatnya dan menjaga kelancaran saluran irigasi mulai tumbuh sebagai komitmen bersama masyarakat.

Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat tersebut diharapkan dapat terus berlanjut.

Kegiatan ini juga diharapkan menjadi model percontohan bagi desa-desa lain di Kabupaten Muaro Jambi dalam upaya merawat lingkungan dengan mengedepankan partisipasi aktif masyarakat.