WartaPendidikan.co.id, Jambi – Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., menegaskan komitmen Pemerintah Kota Jambi dalam memperkuat syiar Islam dan membangun generasi muda yang berakhlak, religius, serta berkarakter melalui penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ).
Komitmen tersebut disampaikan Maulana saat membuka secara resmi MTQ ke-9 Tingkat Kecamatan Kota Baru Tahun 2026 di Kompleks Pertamina, Kelurahan Kenali Asam Atas, Kecamatan Kota Baru, Jumat malam (10/7/2026).
Mengusung tema “Melalui MTQ ke-9, Kita Teguhkan Nilai-Nilai Al-Qur’an, Membangun Generasi Muda yang Berkarakter dan Menuju Masa Depan yang Bahagia”, kegiatan berlangsung meriah dan bernuansa religius. Pembukaan MTQ dihadiri ribuan masyarakat serta dimeriahkan puluhan stan bazar usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Pembukaan ditandai dengan peletakan miniatur Menara Masjid oleh Wali Kota Maulana sebagai simbol dimulainya rangkaian perlombaan.
Suasana semakin semarak dengan penampilan tari kolosal bertajuk “Menuju Arasy” yang dibawakan puluhan generasi muda dari berbagai kelurahan di Kecamatan Kota Baru. Pertunjukan binaan Yanda Saputra dan Bunda Dila Arianti tersebut memadukan seni budaya Islam dengan kreativitas anak muda.
Maulana: MTQ Bukan Sekadar Perlombaan
Dalam sambutannya, Maulana menegaskan bahwa MTQ tidak boleh hanya dipandang sebagai ajang perlombaan membaca Al-Qur’an. Lebih dari itu, MTQ merupakan sarana menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an agar menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, penyelenggaraan MTQ di tingkat kecamatan menjadi salah satu langkah strategis untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap Al-Qur’an sekaligus membangun karakter dan akhlak yang baik sejak dini.
“Melalui MTQ, anak-anak semakin semangat mengaji, belajar Al-Qur’an, serta tumbuh menjadi generasi yang berakhlak dan religius,” ujar Maulana.
Ia menjelaskan, Pemerintah Kota Jambi terus mendorong kegiatan keagamaan sebagai bagian dari pembangunan masyarakat yang tidak hanya maju secara fisik, tetapi juga kuat dalam nilai moral, spiritual, dan budaya.
Melalui kegiatan tersebut, para peserta diharapkan tidak sekadar mengejar prestasi, tetapi juga mampu memahami dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan bermasyarakat.
Kota Jambi Bersiap Menjadi Tuan Rumah MTQ Provinsi 2026
Maulana menyebut penyelenggaraan MTQ tahun ini memiliki arti penting karena Kota Jambi mendapat kehormatan menjadi tuan rumah MTQ Tingkat Provinsi Jambi Tahun 2026.
Menurutnya, kesempatan tersebut harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk mempersiapkan kafilah terbaik yang mampu mengharumkan nama Kota Jambi di tingkat provinsi.
Ia menegaskan bahwa persiapan harus dilakukan secara berjenjang, dimulai dari tingkat kecamatan hingga tingkat kota, sehingga para peserta yang terpilih benar-benar memiliki kemampuan dan kesiapan untuk berkompetisi.
“Tahun ini Kota Jambi mendapat kehormatan menjadi tuan rumah MTQ Tingkat Provinsi Jambi setelah penantian 11 tahun. Karena itu, kita harus menyukseskan pelaksanaan mulai dari tingkat kecamatan hingga tingkat kota sebagai modal meraih prestasi terbaik di tingkat provinsi,” tuturnya.
Maulana berharap MTQ tingkat kecamatan dapat menjadi ruang pembinaan dan penjaringan qari, qariah, serta peserta terbaik dari berbagai cabang perlombaan.
Dengan pembinaan yang berkelanjutan, Kota Jambi diharapkan mampu meningkatkan prestasi sekaligus memperluas partisipasi generasi muda dalam kegiatan keagamaan.
Maulana Dorong Seni Budaya Islam sebagai Ruang Positif Anak Muda
Selain menjadi ajang pengembangan kemampuan membaca dan memahami Al-Qur’an, MTQ juga dinilai memiliki peran penting dalam melestarikan seni budaya Melayu Islam.
Maulana mengapresiasi penampilan tari kolosal yang melibatkan puluhan anak muda dari berbagai kelurahan di Kecamatan Kota Baru.
Menurutnya, perpaduan kegiatan keagamaan dan seni budaya dapat menjadi ruang positif bagi generasi muda untuk mengembangkan kreativitas, melatih kedisiplinan, serta memperkuat kecintaan terhadap tradisi daerah.
“MTQ juga menjadi wadah pelestarian seni budaya Melayu Islam. Penampilan kolosal anak-anak malam ini membuktikan bahwa seni dapat menjadi ruang positif bagi generasi muda untuk berkarya, berlatih disiplin, mencintai budaya, dan terhindar dari pengaruh negatif,” ucapnya.
Ia menilai keterlibatan anak-anak dan remaja dalam kegiatan seperti ini penting untuk membangun rasa percaya diri sekaligus menanamkan nilai kebersamaan.
Maulana juga mengapresiasi antusiasme para kafilah dari setiap kelurahan yang mengikuti rangkaian kegiatan, mulai dari pawai ta’aruf hingga pembukaan MTQ.
Baginya, semangat tersebut menunjukkan bahwa kegiatan keagamaan dapat dikemas secara menarik, meriah, dan tetap berpegang pada nilai-nilai Islam.
Syiar Islam dan Pemberdayaan UMKM Berjalan Bersama
Pelaksanaan MTQ ke-9 Kecamatan Kota Baru juga memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat.
Puluhan stan bazar yang hadir dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menggerakkan ekonomi masyarakat di tengah pelaksanaan agenda keagamaan.
Maulana menilai kegiatan keagamaan dan pemberdayaan ekonomi dapat berjalan beriringan apabila direncanakan dengan baik.
“Kita ingin menunjukkan bahwa kebaikan itu juga indah, kebaikan juga bisa meriah. Seperti pelaksanaan MTQ malam ini yang dipenuhi cahaya, lampu-lampu, serta bazar UMKM. Ekonomi masyarakat tetap tumbuh, namun pada saat yang sama kita juga membumikan Al-Qur’an melalui MTQ ini,” tambahnya.
Dukungan terhadap UMKM tersebut diharapkan dapat membuka peluang bagi pelaku usaha lokal untuk memperluas pemasaran produk sekaligus meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat.
Pembukaan bazar UMKM dilakukan oleh Sekretaris Daerah Kota Jambi, Dr. H. A. Ridwan, M.Si., bersama Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Jambi, Hj. Sri Hartati Ridwan, S.Pd., M.E., melalui prosesi pemotongan pita.
Maulana Tekankan Kerukunan Menuju Kota Jambi Bahagia
Dalam kesempatan tersebut, Maulana juga mengingatkan pentingnya menjaga kerukunan, kedamaian, dan keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat.
Menurutnya, nilai-nilai keagamaan yang ditanamkan melalui MTQ harus tercermin dalam sikap saling menghormati, memperkuat persaudaraan, serta menjaga kebersamaan di tengah masyarakat.
“Kerukunan, kedamaian, dan kehidupan yang harmonis harus terus dijaga. Nilai-nilai agamis yang ditanamkan melalui MTQ menjadi bagian penting dalam mewujudkan masyarakat Kota Jambi yang religius, rukun, dan berbudaya,” tegasnya.
Pesan tersebut sejalan dengan visi Kota Jambi Bahagia yang menempatkan kualitas kehidupan masyarakat sebagai bagian penting dari pembangunan daerah.
Maulana berharap nilai-nilai Al-Qur’an tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi terus diterapkan dalam kehidupan keluarga, lingkungan pendidikan, dan masyarakat luas.
MTQ Kota Baru Berlangsung Selama Tiga Hari
Ketua Panitia MTQ ke-9 Tingkat Kecamatan Kota Baru, Jumairi, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan berlangsung pada 10–12 Juli 2026.
Arena utama kegiatan berada di Lapangan SMP KPP, sedangkan sejumlah perlombaan dilaksanakan di Masjid Nurus Sa’adah dan Masjid Miftahul Jannah.
Adapun cabang perlombaan yang dipertandingkan meliputi tilawah remaja dan anak-anak, tartil anak-anak, da’i cilik, cerita Islami anak-anak, lomba azan anak-anak, serta kasidah modern.
Camat Kota Baru, Hendry Asmy Saputra, S.STP., juga melantik ketua pengawas, panitera, dan dewan hakim serta memimpin pengambilan sumpah dewan hakim untuk menjaga objektivitas dan profesionalisme selama perlombaan berlangsung.
Jumairi berharap pelaksanaan MTQ dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat, terutama dalam membangun akhlak, memperkuat peradaban, dan meningkatkan kualitas umat melalui pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an.
Pembukaan MTQ tersebut turut dihadiri anggota DPRD Kota Jambi dari daerah pemilihan Kecamatan Kota Baru, Sekretaris Daerah Kota Jambi, jajaran Pemerintah Kota Jambi, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Jambi, para lurah dan Ketua TP PKK se-Kecamatan Kota Baru, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Kota Baru, serta FKRT Kota Jambi.
Melalui penyelenggaraan MTQ, Pemerintah Kota Jambi berharap semakin banyak generasi muda yang mencintai Al-Qur’an, berprestasi dalam bidang keagamaan, serta tumbuh menjadi generasi berkarakter yang mampu menjaga kerukunan dan membawa Kota Jambi menuju masa depan yang lebih baik.



Leave a Reply