WartaPendidikan.co.id, SURABAYA – Sekretaris Dinas Pendidikan (Sekdindik) Provinsi Jawa Timur memberikan penegasan terkait aturan kerja bagi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan pendidikan usai masa libur lebaran 2026. Dipastikan bahwa sektor pendidikan di Jawa Timur tidak memberlakukan sistem Work From Home (WFH), sehingga seluruh pegawai dan tenaga pendidik wajib kembali bertugas secara fisik di kantor maupun sekolah masing-masing.

Keputusan ini diambil sejalan dengan instruksi dan aturan yang dikeluarkan oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri). Sektor pendidikan dikategorikan sebagai layanan publik yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, sehingga kehadiran fisik tenaga kependidikan sangat diperlukan untuk menjamin kelancaran administrasi dan proses belajar mengajar di lapangan tanpa hambatan teknis.

“Kami menegaskan bahwa untuk sektor pendidikan tidak ada WFH. Seluruh ASN di lingkungan Dinas Pendidikan Jawa Timur harus masuk 100 persen sesuai jadwal yang telah ditentukan,” ujar Sekdindik Jatim dalam keterangan resminya hari ini, 1 April 2026. Langkah ini diambil untuk menjaga ritme kerja dan memastikan kualitas layanan pendidikan tetap terjaga pasca-libur panjang.

Pihak Dinas Pendidikan juga akan melakukan pemantauan ketat terhadap tingkat kehadiran pegawai di hari pertama kerja. Kedisiplinan ASN menjadi sorotan utama guna memastikan bahwa program-program pendidikan yang telah direncanakan di semester ini dapat berjalan tepat waktu. Bagi pegawai yang melanggar aturan tanpa alasan yang sah, akan diberikan sanksi sesuai dengan regulasi kepegawaian yang berlaku.

Masyarakat, khususnya orang tua dan siswa, diharapkan tidak perlu khawatir mengenai kepastian layanan di sekolah maupun kantor kedinasan. Dengan kembalinya seluruh personel secara tatap muka, koordinasi antarlembaga pendidikan di Jawa Timur diharapkan semakin solid. Penegasan ini merupakan komitmen Pemprov Jatim dalam memberikan pelayanan publik yang prima dan berintegritas di sektor pendidikan.

Baca juga :  Prestasi Luar Biasa! Sekolah Garuda Samarinda Kirim 32 Lulusan Terbaik ke Kampus Elite Internasional