WartaPendidikan.co.id, SEMARANG – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) melakukan kunjungan kerja di Semarang untuk meresmikan fasilitas Taman Kanak-Kanak (TK) baru sekaligus mencanangkan visi besar pendidikan nasional. Dalam kesempatan tersebut, Menteri menegaskan komitmen pemerintah untuk mendorong program Wajib Belajar 13 Tahun, yang menempatkan pendidikan anak usia dini sebagai fondasi krusial sebelum memasuki jenjang sekolah dasar.

Pilar utama dari visi ini adalah program “Satu Desa Satu TK” yang bertujuan untuk memastikan akses pendidikan anak usia dini merata hingga ke pelosok daerah. Mendikdasmen menekankan bahwa ketimpangan akses pendidikan harus dihapuskan mulai dari level terbawah. Dengan adanya satu TK di setiap desa, diharapkan seluruh anak Indonesia di tahun 2026 ini memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan stimulasi tumbuh kembang yang optimal.

“Pendidikan yang berkualitas tidak boleh hanya menjadi milik masyarakat di perkotaan. Melalui program Satu Desa Satu TK, kita ingin memastikan Wajib Belajar 13 Tahun bukan sekadar slogan, melainkan realitas yang bisa dirasakan oleh seluruh keluarga di Indonesia,” ujar Mendikdasmen di hadapan para pendidik dan tokoh masyarakat di Semarang. Langkah ini dinilai akan meningkatkan kesiapan mental dan akademik anak saat memasuki sekolah dasar.

Menteri juga menjelaskan bahwa program ini akan didukung dengan peningkatan anggaran sarana prasarana serta penguatan kapasitas guru PAUD di tingkat desa. Pemerintah pusat akan bersinergi dengan pemerintah daerah untuk melakukan pemetaan desa-desa yang belum memiliki fasilitas pendidikan anak usia dini. Fokus utama lainnya adalah standarisasi kualitas pengajaran agar sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak di era modern.

Peresmian TK di Semarang ini diharapkan menjadi pemantik bagi daerah-daerah lain untuk segera mengakselerasi pembangunan fasilitas pendidikan di tingkat desa. Dengan pondasi pendidikan yang kuat sejak dini, Indonesia optimistis dapat mencetak generasi emas yang unggul dan kompetitif di masa depan. Program Wajib Belajar 13 Tahun ini menjadi tonggak sejarah baru dalam transformasi sistem pendidikan nasional yang lebih inklusif dan merata.

Baca juga :  Disdik Tanjab Timur Raih Penghargaan dari Kemendikdasmen, Apresiasi atas Dedikasi Pendidikan