WartaPendidikan.co.id, SAMARINDA – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Timur mencetak sejarah baru dalam dunia pendidikan inklusif dengan menghadirkan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) khusus tunarungu pertama di Kota Samarinda. Langkah ini menjadi angin segar bagi penyandang disabilitas sensorik rungu-wicara untuk mendapatkan akses pendidikan agama yang layak dan setara.

Kehadiran TPQ ini bertujuan untuk memberikan ruang bagi anak-anak maupun dewasa tunarungu agar dapat mempelajari Al-Qur’an dengan metode yang disesuaikan dengan kebutuhan mereka, seperti penggunaan bahasa isyarat dan media visual. Fasilitas ini diharapkan dapat menghapus hambatan komunikasi yang selama ini sering menjadi kendala bagi teman tuli dalam mendalami ilmu agama.

Pihak Disdikbud Kaltim menyatakan bahwa proyek ini merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam memberikan pelayanan pendidikan yang adil bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Samarinda dipilih sebagai lokasi perdana karena potensinya sebagai pusat edukasi yang dapat menjadi percontohan bagi kabupaten/kota lain di wilayah Kalimantan Timur.

Selain tenaga pengajar yang kompeten di bidangnya, TPQ ini juga didesain dengan sarana pendukung yang ramah disabilitas. Pemerintah berharap, keberadaan tempat ini tidak hanya menjadi pusat pembelajaran mengaji, tetapi juga menjadi wadah interaksi sosial dan pengembangan karakter bagi para santri tunarungu agar lebih percaya diri.

Inisiatif ini mendapat apresiasi luas dari berbagai komunitas disabilitas di Kaltim. Dengan diresmikannya TPQ tunarungu pertama ini, Kalimantan Timur semakin memperkuat komitmennya sebagai provinsi yang inklusif dan peduli terhadap pemenuhan hak-hak dasar warganya, termasuk dalam bidang spiritual dan pendidikan agama.

Baca juga :  Konflik Timur Tengah Meluas, Dewan Pendidikan Banjar Minta Data dan Komunikasi 49 Mahasiswa Diperkuat