WartaPendidikan.co.id, DEPOK, 20 Februari 2026 – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) tengah mematangkan langkah besar untuk menghapus kesenjangan kualitas pendidikan di Indonesia. Melalui rencana pendirian Sekolah Terintegrasi, pemerintah berambisi menghadirkan layanan pendidikan berkualitas dunia yang merata hingga ke pelosok wilayah.

Staf Khusus Mendikdasmen Bidang Pembelajaran dan Sekolah Unggul, Arif Jamali, menegaskan bahwa model sekolah ini adalah solusi atas dua tantangan besar: mutu yang belum optimal dan ketimpangan akses antarwilayah.

“Sekolah Terintegrasi akan menjadi sistem yang memastikan layanan berkualitas dan menjadi rujukan bagi sekolah di sekitarnya,” ujar Arif dalam Konsolidasi Nasional Kemendikdasmen 2026 di Depok, Jawa Barat.

Inklusif dan Tanpa Pungutan Biaya

Berbeda dengan model sekolah lainnya, Sekolah Terintegrasi dirancang sebagai institusi yang inklusif dan bebas biaya. Arif menjelaskan pembagian segmentasi sekolah di bawah kementeriannya:

  • Sekolah Rakyat: Untuk keluarga miskin ekstrem (Desil 1 & 2).

  • Sekolah Unggul Garuda: Untuk siswa dengan prestasi sangat tinggi (gifted & talented).

  • Sekolah Terintegrasi: Untuk anak-anak berprestasi dari seluruh lapisan masyarakat, tanpa memandang latar belakang sosial ekonomi.

Tiga Transformasi Kunci

Untuk mencapai standar dunia, Sekolah Terintegrasi mengusung tiga pilar transformasi utama:

  1. Infrastruktur Modern: Penyediaan fasilitas lengkap di lahan seluas 20–30 hektare, mulai dari laboratorium canggih hingga lahan praktik pertanian dan peternakan.

  2. SDM Unggul: Guru direkrut melalui seleksi ketat dan pelatihan terstruktur, didukung oleh Teaching and Learning Center sebagai pusat inovasi strategi mengajar.

  3. Pembelajaran Global: Menggunakan kurikulum kombinasi (nasional & internasional) dengan pendekatan STEAMS (Science, Technology, Engineering, Arts, Mathematics, and Sports). Menariknya, sekolah ini mewajibkan penggunaan bahasa asing (Inggris, Mandarin, Jepang, Arab, atau Prancis) sebagai pengantar komunikasi.

Baca juga :  Kemendikdasmen Siapkan Skema PJJ untuk Tekan Angka Anak Tidak Sekolah

Dua Jalur Pembangunan

Pemerintah akan menempuh dua pendekatan dalam mengimplementasikan proyek besar ini:

  • Pembangunan Baru: Pembangunan sekolah negeri oleh pusat atau kerja sama dengan swasta (skema pembangunan oleh swasta, biaya operasional oleh pemerintah).

  • Upgrading (Peningkatan): Mengonsolidasi sekolah negeri berprestasi dalam satu kecamatan atau meningkatkan kualitas sekolah swasta terintegrasi yang sudah ada.

Sekolah ini diharapkan tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga pusat sertifikasi keahlian yang membekali siswa dengan keterampilan nyata untuk masa depan.