WartaPendidikan.co.id, JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) menegaskan bahwa sistem pembelajaran di Indonesia saat ini tetap diprioritaskan berjalan secara tatap muka (PTM). Pernyataan ini sekaligus menjawab keresahan masyarakat terkait munculnya wacana pengembalian sistem belajar online atau daring secara luas.
Menko PMK menjelaskan bahwa interaksi langsung antara guru dan siswa di ruang kelas tetap menjadi metode paling efektif dalam proses transfer ilmu dan pembentukan karakter. Menurutnya, pengalaman selama masa pandemi menunjukkan bahwa pembelajaran jarak jauh memiliki tantangan besar, terutama terkait kesenjangan akses teknologi dan efektivitas penyerapan materi oleh siswa.
Pemerintah menekankan bahwa wacana pembelajaran online hanya dipandang sebagai instrumen pendukung atau alternatif darurat, bukan sebagai pengganti sistem sekolah fisik secara permanen. Penggunaan teknologi digital tetap didorong untuk memperkaya konten belajar, namun tidak untuk menghapus esensi pertemuan di sekolah.
“Pembelajaran harus tetap berjalan tatap muka agar aspek sosial dan emosional siswa tetap terjaga. Kami terus berupaya memperkuat infrastruktur sekolah agar lingkungan belajar semakin aman dan nyaman bagi seluruh anak didik,” ungkap Menko PMK dalam keterangan resminya.
Selain itu, pemerintah juga meminta seluruh dinas pendidikan di daerah untuk terus memantau kualitas fasilitas sekolah guna mendukung keberlanjutan PTM. Dengan penegasan ini, diharapkan para orang tua dan siswa tidak lagi merasa khawatir akan adanya perubahan sistem belajar secara mendadak, sehingga fokus pada peningkatan prestasi akademik dapat tetap terjaga.



Leave a Reply