WartaPendidikan.co.id, Jambi – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jambi berencana mengambil langkah ekstrem untuk mengakhiri polemik angkutan batu bara yang tak kunjung usai. Legislator kini tengah mematangkan rencana pembentukan Panitia Khusus (Pansus) guna mengawal percepatan pembangunan jalan khusus batu bara.
Wacana pembentukan Pansus ini muncul sebagai respon atas lambannya progres pembangunan jalan khusus oleh pihak pengembang. DPRD menilai, tanpa adanya pengawasan yang lebih kuat dan mengikat melalui Pansus, penyelesaian jalur khusus tersebut akan terus berlarut-larut dan membebani jalan nasional.
Anggota DPRD Provinsi Jambi menegaskan bahwa Pansus ini nantinya akan bertugas mendalami kendala apa saja yang menghambat realisasi jalan khusus, termasuk memanggil pihak perusahaan dan dinas terkait untuk dimintai keterangan secara komprehensif.
“Kami berencana membentuk Pansus untuk fokus pada percepatan jalan khusus batu bara. Rakyat sudah terlalu lama menderita akibat kemacetan dan kerusakan jalan. Kita perlu langkah yang lebih progresif dan mengikat,” ungkap pihak DPRD Jambi.
Evaluasi Komitmen Pengusaha Pansus ini juga akan menjadi instrumen evaluasi bagi para pengusaha pemegang izin tambang dan pengembang jalan khusus. DPRD ingin memastikan bahwa komitmen yang pernah disepakati bersama Pemerintah Provinsi Jambi bukan sekadar janji di atas kertas.
Selama ini, operasional angkutan batu bara di jalan umum seringkali memicu konflik sosial, mulai dari kemacetan parah hingga tingginya angka kecelakaan. Dengan adanya jalan khusus, diharapkan aktivitas logistik batu bara dapat terpisah sepenuhnya dari jalur lalu lintas masyarakat umum.
Langkah Politik demi Kedaulatan Rakyat Rencana pembentukan Pansus ini didukung oleh berbagai fraksi di DPRD Jambi. Mereka sepakat bahwa persoalan batu bara memerlukan campur tangan politik yang kuat agar ada kepastian hukum dan teknis di lapangan.
“Pansus akan bekerja secara transparan. Kita akan buka semua datanya, siapa yang serius membangun dan siapa yang hanya menghambat. Tujuan akhirnya jelas: jalan khusus harus segera rampung agar jalan umum kembali menjadi hak masyarakat,” tambahnya.
Harapan Solusi Permanen DPRD berharap pembentukan Pansus ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Jambi dan aparat penegak hukum. Sinkronisasi data antara eksekutif dan legislatif menjadi kunci agar Pansus dapat bekerja efektif dan memberikan rekomendasi yang tajam bagi penyelesaian masalah.
Masyarakat Jambi kini menanti langkah nyata dari gedung parlemen tersebut. Kehadiran jalan khusus dianggap sebagai satu-satunya solusi permanen yang dapat menyeimbangkan antara kepentingan ekonomi sektor energi dengan kenyamanan hidup warga Jambi.



Leave a Reply