WartaPendidikan.co.id, NUSA TENGGARA TIMUR – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) melakukan kunjungan kerja strategis ke salah satu desa binaan guna meninjau langsung implementasi program “Sinergi SMK Bangun Desa”. Program ini dirancang untuk mengintegrasikan keahlian teknis siswa SMK dengan potensi sumber daya alam di perdesaan, sebagai langkah nyata mewujudkan kemandirian ekonomi lokal di seluruh wilayah NTT pada tahun 2026.
Dalam kunjungannya, Gubernur melihat langsung bagaimana para siswa SMK mempraktikkan ilmu yang mereka dapatkan di bangku sekolah untuk membantu masyarakat desa. Mulai dari pengembangan teknologi pertanian tepat guna hingga pengelolaan produk pangan olahan, kolaborasi ini terbukti mampu memberikan nilai tambah bagi komoditas unggulan desa yang selama ini belum tergarap maksimal.
“SMK harus menjadi motor penggerak ekonomi di desa. Melalui sinergi ini, kita tidak hanya mencetak lulusan yang siap kerja, tetapi juga pemuda yang mampu menciptakan lapangan kerja dan memajukan tanah kelahirannya sendiri,” tegas Gubernur NTT saat berdialog dengan perangkat desa dan para siswa. Beliau menekankan bahwa kemandirian lokal adalah kunci ketahanan ekonomi daerah.
Gubernur juga memberikan apresiasi kepada pihak sekolah dan dinas terkait yang telah konsisten melakukan pendampingan di desa binaan. Pemerintah Provinsi NTT berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan program ini ke lebih banyak desa, dengan dukungan anggaran yang fokus pada penguatan sarana praktik siswa di lapangan. Inovasi dari bangku SMK diharapkan menjadi solusi konkret bagi tantangan pembangunan di perdesaan.
Kunjungan kerja ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk menjaga keberlanjutan program SMK Bangun Desa. Dengan keterlibatan aktif generasi muda yang memiliki skill mumpuni, wajah perdesaan di NTT diharapkan berubah menjadi pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru. Sinergi ini merupakan investasi jangka panjang Pemprov NTT dalam mencetak SDM unggul yang berdedikasi tinggi bagi kemajuan daerahnya.



Leave a Reply