WartaPendidikan.co.id, AFULU – Semangat belajar yang tinggi ditunjukkan oleh sebanyak 113 siswa SMP Negeri 1 Afulu, Kabupaten Nias Utara, dalam mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) secara daring (online). Meski berada di wilayah terpencil dengan keterbatasan infrastruktur, para siswa ini tetap antusias mengikuti ujian pemetaan kemampuan yang diselenggarakan serentak pada April 2026 ini guna mengukur standar kualitas pendidikan di daerah mereka.

Namun, di balik pelaksanaan ujian digital tersebut, tersimpan cerita perjuangan yang menyentuh hati. Sejumlah siswa yang tinggal di pelosok desa harus menempuh perjalanan sejauh 10 kilometer demi mencapai lokasi ujian yang memiliki akses sinyal internet stabil. Medan jalan yang sulit dan berbatu tidak menyurutkan langkah mereka untuk hadir tepat waktu demi mengerjakan soal-soal TKA di perangkat komputer yang telah disediakan sekolah.

“Anak-anak kami luar biasa. Ada yang harus berangkat sejak subuh dan berjalan kaki berkilo-kilometer karena akses transportasi yang terbatas di wilayah Afulu ini. Semua dilakukan agar mereka tidak tertinggal dalam pelaksanaan TKA online tahun ini,” ujar pihak sekolah dalam keterangannya. Kondisi ini mencerminkan betapa besarnya harapan para siswa di daerah terpencil untuk mendapatkan kualitas pendidikan yang setara dengan wilayah perkotaan.

Pihak SMPN 1 Afulu memastikan bahwa meskipun sarana prasarana terbatas, pelaksanaan ujian tetap berjalan sesuai protokol teknis yang ditetapkan. Para guru dan proktor sekolah bekerja ekstra keras untuk mendampingi para siswa, mulai dari simulasi penggunaan perangkat hingga memastikan koneksi internet tetap terjaga selama ujian berlangsung. Dukungan moral terus diberikan agar lelahnya perjalanan tidak memengaruhi konsentrasi siswa dalam menjawab soal.

Perjuangan 113 siswa di Nias Utara ini diharapkan menjadi perhatian bagi pemerintah pusat maupun daerah dalam mempercepat pemerataan infrastruktur digital di sektor pendidikan. Kegigihan para siswa SMPN 1 Afulu menjadi pengingat bahwa semangat untuk maju tidak boleh kalah oleh keadaan. Dengan dukungan fasilitas yang lebih baik di masa depan, diharapkan tidak ada lagi siswa yang harus bertaruh tenaga hanya untuk mengakses hak dasar mereka dalam menempuh pendidikan berbasis teknologi.

Baca juga :  Wawako Jambi: Kesadaran HAM di Sekolah Adalah Kunci Cegah Perundungan dan Kekerasan