WartaPendidikan.co.id, Jambi – Komitmen mewujudkan visi “Kota Jambi Bahagia” terus dikebut oleh jajaran pemerintah daerah setempat. Pemkot Jambi mengintegrasikan program perluasan perlindungan jaminan ketenagakerjaan dengan jaminan kesehatan gratis demi mencapai target perlindungan menyeluruh bagi masyarakat miskin.

​Hal tersebut dibeberkan oleh Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., dalam rapat koordinasi perluasan jaminan sosial yang digelar di Aula Bapperida, Rabu (10/6/2026). Maulana memastikan tidak boleh ada lagi sekat finansial bagi warga miskin untuk mengakses layanan kesehatan dasar dan perlindungan kerja.

​”Dari aspek kesehatan, saat ini tidak ada lagi masyarakat kurang mampu di Kota Jambi tidak terfasilitasi jaminan kesehatan. Ini salah satu bentuk dukungan kami Pemerintah Kota Jambi mewujudkan UHC 100%,” ungkap Maulana di hadapan jajaran OPD dan lurah yang hadir.

​Di sektor ketenagakerjaan, akselerasi jaminan dilakukan secara radikal lewat program Kartu Bahagia. Pemkot Jambi mendanai kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi 15.740 pekerja sektor informal di tahun 2026. Intervensi ini melonjak hingga dua kali lipat lebih jika dibandingkan realisasi tahun 2025 yang hanya mencakup 7.080 pekerja.

​”Program perlindungan pekerja rentan ini merupakan bagian dari kebijakan Kartu Bahagia yang menjadi salah satu program prioritas Pemkot Jambi. Pada tahun 2026, sebanyak 3.996 pekerja rentan kembali difasilitasi BPJS Ketenagakerjaan,” jelas Maulana.

​Beberapa kelompok pekerja informal yang terproteksi penuh dalam skema APBD ini antara lain Ketua dan Sekretaris RT, Petugas OPBM, petugas rumah ibadah, Pekerja Harian Lepas (PHL), hingga guru mengaji atau petugas keagamaan. Melalui sinergi bersama BPJS, total klaim manfaat senilai Rp 3,46 miliar telah sukses disalurkan kepada 76 ahli waris penerima manfaat sepanjang Februari 2025 hingga Juni 2026.

Baca juga :  Peringatan Hari Kartini ke-147 di Kota Jambi: Perempuan Berdaya, Bangsa Maju

​”Ini menjadi bukti nyata dan program berjalan efektif bahwa perlindungan sosial ketenagakerjaan sangat penting untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat dan keluarga yang ditinggalkan,” tambahnya.

​Rapat koordinasi teknis penuntasan data kemiskinan dan jaminan sosial ini turut dikawal langsung oleh Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Jambi Hendra Alvian guna memastikan distribusi kartu perlindungan berjalan optimal tanpa kendala administratif di lapangan. (Amel)