WartaPendidikan.co.id, Jambi – Pemerintah Kota Jambi meluncurkan strategi baru untuk menekan angka stunting secara signifikan. Data ibu hamil (bumil), ibu menyusui, dan balita kini diintegrasikan langsung dengan program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di wilayah administrasi Kota Jambi.

​Wali Kota Jambi, Maulana, menjelaskan bahwa integrasi data ini penting agar intervensi pemenuhan gizi di lapangan berjalan tepat sasaran, terutama pada periode krusial 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

​”Data ibu hamil, ibu menyusui, dan balita langsung dikoneksikan dengan SPPG, sehingga diharapkan mampu menurunkan angka stunting di Kota Jambi,” kata Maulana dalam agenda Rakorda Bangga Kencana di Aula Griya Mayang, Jambi, Kamis (21/5/2026).

​Skema pemenuhan gizi berbasis data terpadu ini disokong oleh infrastruktur pelayanan yang masif di tingkat bawah. Ketua Panitia Kegiatan, Vera Sofioni, memaparkan bahwa saat ini pelayanan gizi tersebut sudah berjalan nyata di puluhan titik intervensi dengan menyasar belasan ribu target penerima manfaat.

​”Optimalisasi pemenuhan gizi dilakukan melalui 43 SPPG dengan target penerima manfaat sebanyak 11.129 jiwa, terdiri dari 7.969 balita, 815 ibu hamil, dan 2.304 ibu menyusui. Hingga saat ini, sebanyak 4.900 jiwa telah menerima bantuan,” urai Vera Sofioni dalam laporan kegiatannya.

​Guna memperkuat legalitas pengolahan data tersebut, Pemkot Jambi juga langsung melakukan penandatanganan nota kesepakatan dengan Perwakilan BKKBN Provinsi Jambi terkait pemanfaatan hak akses data Sistem Informasi Keluarga demi mewujudkan sistem “Kota Jambi Satu Data”. (Amel)

Baca juga :  746 Paket Sembako Disalurkan di Jambi, Bukti Kepedulian Sosial Walikota Maulana Jelang Idul Fitri