WartaPendidikan.co.id, Ternate – Persentase angka putus sekolah di Maluku Utara (Malut) kini menjadi sorotan tajam. Tokoh perempuan Maluku Utara, Sherly Tjoanda, mengungkap data mencengangkan bahwa sekitar 30 persen siswa tingkat SMP hingga SMA di wilayah tersebut tidak menyelesaikan pendidikannya.
Sherly menegaskan bahwa kondisi ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Menurutnya, akses pendidikan merupakan hak dasar yang harus dijamin oleh pemerintah daerah guna memutus rantai kemiskinan dan meningkatkan kualitas SDM di Maluku Utara.
“Data menunjukkan sekitar 30 persen anak-anak kita di tingkat SMP dan SMA putus sekolah. Ini adalah angka yang cukup besar dan harus segera dituntaskan. Pendidikan itu sangat penting untuk masa depan mereka,” ujar Sherly Tjoanda dalam keterangannya.
Faktor Ekonomi Jadi Kendala Utama Berdasarkan hasil serapan aspirasi di lapangan, Sherly menyebut faktor ekonomi dan sulitnya akses menuju fasilitas pendidikan menjadi penyebab utama anak-anak di Maluku Utara memilih berhenti sekolah. Banyak orang tua yang lebih memilih anaknya bekerja membantu ekonomi keluarga daripada melanjutkan studi.
Sherly berkomitmen untuk menghadirkan solusi konkret, mulai dari pemberian beasiswa bagi keluarga kurang mampu hingga perbaikan sarana transportasi bagi siswa yang tinggal di wilayah kepulauan.
Visi Pendidikan Tuntas Ia menekankan bahwa program “Tuntas Pendidikan” akan menjadi salah satu pilar utamanya. Program ini tidak hanya fokus pada bantuan finansial, tetapi juga pendampingan agar anak-anak memiliki motivasi kuat untuk menyelesaikan sekolah hingga jenjang tertinggi.
“Kita tidak ingin ada lagi anak Maluku Utara yang punya cita-cita besar tapi harus terhenti karena biaya. Kita akan dorong agar pemerintah daerah hadir memastikan pendidikan ini tuntas,” tegasnya.
Dorongan untuk Pemerintah Daerah Lebih lanjut, Sherly mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemerintah daerah untuk bersinergi. Ia menilai, percepatan pembangunan di Maluku Utara mustahil terwujud tanpa didukung oleh kualitas sumber daya manusia yang mumpuni.
“Investasi terbaik adalah pendidikan. Jika kita ingin Maluku Utara maju, maka kita harus memastikan anak-anak kita sekolah. Ini janji saya untuk fokus menuntaskan masalah ini ke depan,” pungkas Sherly.
Saat ini, pernyataan Sherly tersebut mendapat beragam respons positif dari kalangan akademisi dan praktisi pendidikan di Maluku Utara yang berharap adanya perubahan signifikan dalam tata kelola pendidikan di Bumi Moloku Kie Raha.



Leave a Reply