WartaPendidikan.co.id, Jambi – Suasana penuh haru sekaligus membanggakan menyelimuti acara Wisuda Santri Akhir dan Wisuda Tahfidz Pondok Karya Pembangunan (PKP) Al-Hidayah Pemprov Jambi tahun ajaran 2025/2026. Momen emosional mencuri perhatian publik saat Ketua Ikatan Sarjana Melayu Indonesia (ISMI) Jambi, Hj. Ernawati, memberikan kesaksian masa lalunya sebagai santriwati era 90-an yang kini sukses menjadi pengusaha besar di Mekkah, Arab Saudi.

​Acara tersebut turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Gubernur Jambi yang diwakili oleh Asisten 1, Direktur PKP Al-Hidayah H. Hasan Basri Husin, S.H., M.A.P., perwakilan Walikota Jambi, unsur Danrem, serta jajaran Polda Jambi.

​Hj. Ernawati yang baru saja dilantik sebagai Ketua ISMI Jambi periode 2026–2030, hadir bukan hanya sebagai tokoh daerah, melainkan sebagai alumni yang melakukan napak tilas setelah hampir 20 tahun tidak berkunjung ke almamaternya.

​”Begitu masuk ke sini, sampai saya duduk, itu berlinang air mata saja. Karena napak tilas perjuangan yang dulu itu masih teringat semua, apalagi tadi saat menyanyikan lagu Himne PKP,” ujar Ernawati dengan suara bergetar menahan haru.

​Ia mengenang masa-masa sulit tahun 90-an, di mana para santri harus menghadapi krisis air bersih yang ekstrem hingga banyak yang memilih pindah sekolah. Kala itu, dari 150 santri yang masuk, hanya sekitar 50 sampai 70 orang saja yang mampu bertahan hingga lulus.

​”Waktu kami dulu air susah. Kami harus rela bangun pukul 02.00 dini hari untuk mengambil air ke sumur di bagian bawah pondok. Air yang didapatkan pun sering kali berwarna hitam dan berlumpur, sehingga harus ditunggu lama hingga mengendap,” kenangnya sambil berseloroh bahwa jika air tidak ada, para santri terpaksa tidak mandi.

Baca juga :  HBA Optimistis ISMI Jambi Jadi Kekuatan Intelektual dan Sosial untuk Kemajuan Daerah

​Melihat kondisi PKP Al-Hidayah saat ini, Ernawati melayangkan pujian mendalam atas perkembangan pesat infrastruktur dan program pendidikan, terutama capaian di bidang tahfidz Al-Qur’an yang kini berhasil mencetak santri dengan hafalan hingga 12 juz.

​Sebagai bentuk apresiasi dari posisinya selaku pemilik travel umroh besar yang berbasis di Mekkah, Ernawati melontarkan sebuah janji besar yang langsung disambut takbir dan tepuk tangan riuh dari para hadirin.

​”Alhamdulillah sekarang sudah sampai 12 juz, dan tahun depan kita harapkan bisa sampai 30 juz. Tahun depan yang bisa sampai 30 juz, berapa pun orangnya, saya umrahkan! Janji ya,” tegas Ernawati yang langsung diamini oleh seluruh santri dan orang tua.

​Selain memberikan motivasi spiritual, pengusaha yang juga memiliki aset di Kairo, Mesir ini menekankan pentingnya penguasaan bahasa asing (Arab dan Inggris) sebagai modal bersaing di ranah global. Ia bahkan menyatakan kesiapannya untuk memfasilitasi kebutuhan tempat tinggal sementara bagi alumni PKP Al-Hidayah yang hendak melanjutkan studi ke Universitas Al-Azhar, Kairo.

​Sebagai pebisnis ulung, Ernawati juga mengapresiasi pameran produk ekonomi kreatif buatan santri seperti makanan, teh, dan sabun. Menurutnya, pondok pesantren modern hari ini harus mandiri dengan mengembangkan unit bisnis berbasis UMKM agar tidak terus-menerus bergantung pada pemerintah daerah.

​Sebagai penutup, ia menitipkan pesan spiritual berdasarkan Surah At-Talaq ayat 2-3 mengenai pentingnya ketakwaan dan tawakal dalam dunia usaha, serta senantiasa mengharapkan rida orang tua.

​Ernawati menegaskan komitmennya selaku Ketua ISMI Jambi untuk terus berkolaborasi dengan PKP Al-Hidayah di masa depan, baik dalam penyaluran beasiswa, jaringan bisnis, maupun pengembangan produk UMKM santri.