WartaPendidikan.co.id, 12 Februari 2026-Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menambah jajaran pakar pendidikannya. Melalui Sidang Promosi Doktor yang digelar di Auditorium Djazman pada Rabu (11/2), Wendy Dian Patriana resmi menjadi doktor ke-21 dari Program Studi Pendidikan FKIP UMS. Langkah ini mempertegas komitmen universitas dalam mendukung visi mencerdaskan kehidupan bangsa.
Inovasi Pembelajaran di Era Digital
Dalam disertasinya yang berjudul “Pengembangan Buku Pendidikan Pancasila Sebagai Pendamping Berorientasi Multiple Sources Learning (MSL) Untuk Penguatan Sikap Berkebinekaan Siswa Sekolah Dasar Kota Surakarta”, Wendy menyoroti urgensi penguatan karakter di tengah transformasi digital.
Penelitian ini dipicu oleh data Survei Nasional Pengalaman Hidup Anak dan Remaja (SNPHAR) 2024 yang menunjukkan adanya penurunan iklim kebhinekaan di SD Kota Surakarta. Wendy memaparkan:
“Transformasi digital menciptakan peluang dalam mendistribusikan kebhinekaan secara lebih luas. Namun, perubahan tersebut juga menciptakan ancaman disintegrasi bangsa. Hal negatif tersebut dapat terlihat dari kemudahan akses berbagai informasi oleh anak-anak usia sekolah dasar, termasuk cyber bullying dan digital harassment. Fakta bahwa keberagaman adalah identitas dan kepribadian bangsa Indonesia. Di sini, sekolah memiliki peran penting untuk memperkenalkan kekayaan dan keragaman. Di balik kekayaan tersebut, terdapat resiko potensi konflik yang tinggi pula.”
Tantangan Pendidikan Pascapandemi
Selain masalah digital, Wendy mengungkapkan bahwa kekerasan emosional menjadi isu utama dalam interaksi sosial anak. Ia juga mencatat adanya pergeseran pola pendidikan pascapandemi yang memicu berbagai kendala sistemik.
“Terdapat beberapa masalah yang dihadapi diantaranya kesenjangan dan kompleksitas global, kesenjangan kebijakan dan realitas implementasi, kasus intoleransi yang tinggi, perubahan pada pembelajaran, kelemahan bahan ajar dan juga iklim kebhinekaan sekolah yang rendah,” tambah Wendy.
Solusi Berbasis Activity Book
Sebagai solusi, Wendy mengembangkan buku pendamping Pendidikan Pancasila untuk kelas 4 SD dengan konsep activity book. Produk ini menggunakan pendekatan Multiple Sources Learning (MSL), yang mendorong guru dan siswa mengeksplorasi sumber belajar secara variatif, kolaboratif, serta memadukan aspek kognitif dengan kreativitas seni budaya Indonesia.
Pesan dan Apresiasi Pimpinan
Ketua penguji, Prof. Dr. Anam Sutopo, M. Hum., menyampaikan ucapan selamat dan harapan agar pencapaian ini menjadi pijakan baru bagi sang doktor.
“Tetap istiqomah dalam berkarir dan tetap tekun pada jenjang keilmuan, ini bukan akhir dari belajar tetapi justru menjadi awal perjuangan,” ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si., selaku promotor, memberikan pesan mendalam mengenai integritas seorang akademisi.
“Dua karakter mencakup kemampuan kompetensi iptek dan kompetensi spiritual menjadi satu bagian yang utuh,” pesan Prof. Sofyan.



Leave a Reply