WartaPendidikan.co.id, Yogyakarta – Wali Kota Yogyakarta menggelar pertemuan khusus dengan para orang tua korban dugaan penganiayaan di daycare Little Aresha. Pertemuan ini dilakukan guna mendengarkan langsung aspirasi para orang tua sekaligus mencari solusi terbaik bagi keberlangsungan pengasuhan dan pendidikan anak-anak yang terdampak.

Dalam pertemuan tersebut, suasana haru dan desakan keadilan mewarnai audiensi. Pemkot Yogyakarta menegaskan komitmennya untuk mengawal kasus ini hingga tuntas, sembari memastikan hak-hak anak untuk mendapatkan tempat penitipan yang aman tetap terpenuhi.

Salah satu poin utama dalam pertemuan ini adalah tawaran dari Pemerintah Kota (Pemkot) untuk memfasilitasi perpindahan anak-anak korban ke daycare lain yang telah terverifikasi dan memiliki standar keamanan ketat.

“Kami telah bertemu dengan para orang tua korban dari Little Aresha. Fokus kita adalah memastikan anak-anak ini mendapatkan tempat yang aman. Kami menawarkan opsi perpindahan ke daycare resmi lainnya yang di bawah pengawasan dinas,” ujar Wali Kota Yogyakarta.

Menjamin Keberlanjutan Pengasuhan Tawaran pindah daycare ini diberikan sebagai respons atas kekhawatiran orang tua yang kini merasa trauma untuk menitipkan anak mereka kembali. Pemkot Yogyakarta melalui Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) telah menyiapkan daftar daycare alternatif yang dinilai kredibel dan memiliki rekam jejak yang baik.

Pemkot menjamin proses administrasi perpindahan akan dipermudah, sehingga para orang tua yang harus bekerja tetap bisa menitipkan anaknya dengan rasa aman.

Orang Tua Minta Pengawasan Diperketat Meski mendapatkan tawaran perpindahan, para orang tua korban menekankan bahwa yang paling penting adalah jaminan keamanan di tempat baru. Mereka meminta Pemkot Yogyakarta untuk lebih ketat dalam mengawasi operasional seluruh daycare di wilayah Jogja agar insiden serupa tidak terulang kembali.

Baca juga :  Haul ke-58 Guru Tua: Anwar Hafid Ajak Umat Bangkitkan Spirit Pendidikan Diniyah di Sulawesi Tengah

Penggunaan CCTV yang bisa diakses langsung oleh orang tua melalui ponsel menjadi salah satu syarat yang paling banyak disuarakan dalam pertemuan tersebut.

Pendampingan Psikologis Tetap Berjalan Selain tawaran perpindahan fisik, Wali Kota memastikan bahwa tim pendampingan psikologis dari Unit Pelaksana Teknis Perlindungan Perempuan dan Anak (UPT PPA) akan terus mendampingi proses adaptasi anak-anak di tempat yang baru.

Langkah ini penting mengingat anak-anak korban Little Aresha membutuhkan lingkungan yang sangat suportif untuk memulihkan trauma yang mereka alami.

Evaluasi Total Izin Daycare Menindaklanjuti pertemuan ini, Pemkot Yogyakarta berjanji akan melakukan evaluasi total terhadap seluruh izin daycare, baik yang sudah berjalan maupun yang baru mengajukan. Wali Kota menegaskan tidak akan segan mencabut izin daycare yang kedapatan melanggar SOP perlindungan anak.

“Kami ingin memastikan Jogja tetap menjadi kota yang ramah anak. Kejadian Little Aresha ini adalah pelajaran pahit yang menuntut kita untuk lebih waspada dan selektif,” pungkasnya.