WartaPendidikan.co.id, BOGOR, 18 Februari 2026 – IPB University terus memperluas jejaring internasionalnya. Kali ini, kampus pertanian terbaik di ASEAN tersebut menerima kunjungan resmi dari President and Vice-Chancellor Simon Fraser University (SFU) Kanada, Dr. Joy Johnson, di Gedung Andi Hakim Nasoetion, Kampus IPB Dramaga.
Pertemuan tingkat tinggi ini membahas berbagai potensi kolaborasi strategis, mulai dari riset lintas disiplin, program double degree, inovasi teknologi, hingga pertukaran mahasiswa dan dosen.
Kesamaan Visi Membangun Keberlanjutan
Dr. Joy Johnson menyatakan ketertarikan mendalam untuk menjalin kemitraan dengan IPB University. Menurutnya, kedua institusi memiliki kesamaan visi, terutama dalam penguatan riset yang berdampak global dan fokus pada pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).
“Kami sangat berkomitmen pada SDGs, khususnya SDG 13 tentang aksi iklim dan SDG 11. SFU memiliki kekuatan pada bidang artificial intelligence (AI), komputasi kuantum, inovasi iklim, hingga teknologi pertanian,” ungkap Dr. Joy.
IPB University: Modal Kuat sebagai Pemimpin di ASEAN
Menanggapi peluang tersebut, Rektor IPB University, Dr. Alim Setiawan Slamet, menegaskan komitmen kampus dalam mendorong inovasi yang berkontribusi nyata pada ketahanan pangan dan kelestarian lingkungan.
“Kekuatan IPB dalam bidang pertanian, kelautan, dan biosains tropika yang diakui secara global menjadi modal penting untuk membangun riset kolaboratif yang saling melengkapi dengan Simon Fraser University,” ujar Dr. Alim.
Sebagai informasi, saat ini IPB University konsisten menempati peringkat pertama di Indonesia dan ASEAN versi QS World University Rankings by Subject.
Mobilitas Mahasiswa Jadi Langkah Awal
Wakil Rektor bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan, Prof. Deni Noviana, menambahkan bahwa pintu awal kerja sama ini akan dibuka melalui program mobilitas mahasiswa. Hal ini sejalan dengan prestasi IPB yang baru saja meraih Anugerah Pendidikan Tinggi Diktisaintek 2025 sebagai perguruan tinggi dengan kinerja mobilitas mahasiswa terbanyak.
Agenda Kolaborasi Masa Depan
Dalam diskusi yang juga dihadiri para Dekan dan Kepala Lembaga Riset Internasional, beberapa poin konkret yang direkomendasikan untuk segera dikembangkan antara lain:
-
Akademik: Program double degree dan penguji disertasi daring lintas universitas.
-
Riset & Publikasi: Penelitian bersama bidang AI, waste management, perubahan iklim, dan sistem agripangan berkelanjutan.
-
Inovasi: Pengembangan techno-socio entrepreneurship dan publikasi ilmiah kolaboratif.
Pertemuan ini menandai babak baru sinergi antara Indonesia dan Kanada dalam menciptakan solusi inovatif bagi tantangan lingkungan dan teknologi masa depan.



Leave a Reply